PAPER IPA 2
PERKEMBANGAN TEORI BIG BANG TERHADAP PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN
KEHIDUPAN MASYARAKAT SEKARANG
M. MULIANOR
(0901290601)
PENDIDIKAN
GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS
TARBIYAH
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI
BANJARMASIN
2011
Big
Bang, Ledakkan yang Menghancurkan Paham Materialisme
Gagasan
Kuno Abad 19: Alam Semesta Kekal
Gagasan
yang umum di abad 19 adalah bahwa alam semesta merupakan kumpulan materi
berukuran tak hingga yang telah ada sejak dulu kala dan akan terus ada selamanya.
Selain meletakkan dasar berpijak bagi paham materialis, pandangan ini menolak
keberadaan sang Pencipta dan menyatakan bahwa alam semesta tidak berawal dan
tidak berakhir.
Materialisme
adalah sistem pemikiran yang meyakini materi sebagai satu-satunya keberadaan
yang mutlak dan menolak keberadaan apapun selain materi. Berakar pada
kebudayaan Yunani Kuno, dan mendapat penerimaan yang meluas di abad 19, sistem
berpikir ini menjadi terkenal dalam bentuk paham Materialisme dialektika Karl
Marx.
Para
penganut materalisme meyakini model alam semesta tak hingga sebagai dasar
berpijak paham ateis mereka. Misalnya, dalam bukunya Principes Fondamentaux de
Philosophie, filosof materialis George Politzer mengatakan bahwa "alam
semesta bukanlah sesuatu yang diciptakan" dan menambahkan: "Jika ia
diciptakan, ia sudah pasti diciptakan oleh Tuhan dengan seketika dan dari
ketiadaan".
Ketika
Politzer berpendapat bahwa alam semesta tidak diciptakan dari ketiadaan, ia
berpijak pada model alam semesta statis abad 19, dan menganggap dirinya sedang
mengemukakan sebuah pernyataan ilmiah. Namun, sains dan teknologi yang
berkembang di abad 20 akhirnya meruntuhkan gagasan kuno yang dinamakan
materialisme ini.
Salah seorang filsuf ateis pembela utama materialism,
Antony Flew, mengakui:
Banyak
orang mengatakan bahwa pengakuan itu baik bagi jiwa. Karenanya saya akan
memulainya dengan mengakui bahwa ateis Stratonisian dipermalukan oleh komsensus
kosmologis jaman sekarang ( Big Bang ). Tampaknya para ahli kosmologi telah
telah memberikan suatu bukti ilmiah… bahwa jagat raya memiliki permulaan.
Astronomi
Mengatakan: Alam Semesta Diciptakan
Agar
lebih mudah dipahami, alam semesta dapat diumpamakan sebagai permukaan balon
yang sedang mengembang. Sebagaimana titik-titik di permukaan balon yang
bergerak menjauhi satu sama lain ketika balon membesar, benda-benda di ruang
angkasa juga bergerak menjauhi satu sama lain ketika alam semesta terus
mengembang.